Senin, 27 Maret 2017

WALL E

WALL•E adalah sebuah film animasi yang diproduksi oleh Pixar Animation Studios dan dirilis oleh Walt Disney Pictures. Tokoh utama dalam film ini adalah sebuah robot yang bernama WALL•E. Film ini dirilis pada tanggal 27 Juni 2008.[3] Film yang disutradarai oleh Andrew Stanton, yang sebelumnya menyutradarai Finding Nemo dan memenangkan Academy Award untuk kategori film animasi. Jim Morris, yang sebelumnya bekerja untuk Lucasfilm, menjadi produsernya. Karakter-karakter dalam WALL•E, sebagian besar suaranya tidak disuarai oleh manusia, tetapi oleh suara mekanik.

Cerita

WALL•E pada saat membersihkan sampah Bumi.
Auto, Kapten B. McCrea, dan EVE.
Pada awal abad ke-22, sebuah perusahaan "raksasa" Buy N Large (BnL) menguasai perekonomian di Bumi, termasuk pemerintahan. Akibat dipenuhi sampah yang tidak didaur-ulang, maka Bumi menjadi sangat tercemar oleh sampah-sampah elektronik, sehingga kelangsungan hidup manusia menjadi terancam. Untuk mencegah kepunahan manusia, Shelby Forthright (Fred Willard) selaku CEO Buy N Large, melakukan pengungsian massal dari Bumi selama lima tahun di atas armada kapal luar angkasa eksekutif bernama Axiom yang menyediakan setiap keperluan manusia, dan dilengkapi dengan robot-robot yang semuanya berjalan secara otomatis untuk melayani kebutuhan manusia.
Ratusan-ribu unit robot penghancur sampah yang dinamai dengan WALL•E ditinggalkan di Bumi untuk membersihkan Bumi. Robot-robot tersebut diprogram untuk memadatkan dan menumpuk sampah-sampah elektronik yang telah memenuhi seluruh daratan di Bumi, agar memudahkan untuk peleburan. Tumpukan sampah-sampah elektronik telah dipadatkan dan dikumpulkan oleh robot-robot WALL•E, tumpukan sampah tersebut telah setinggi gedung pencakar langit. Namun, proyek ini dibatalkan karena Forthright memperkirakan bahwa pada tahun 2110 Bumi sudah terlalu tercemar dan sudah tidak memungkinkan untuk dihuni oleh manusia. Pada tahun 2815, kira-kira 700 tahun kemudian, hanya satu WALL•E yang masih berfungsi.
Berabad-abad kehidupan telah dilalui oleh WALL•E, sehingga ia memiliki kecerdasan yang lebih baik dan rasa keingin-tahuan. Ia gemar mengoleksi barang-barang yang menarik di tumpukan sampah yang memenuhi Bumi, mengambil onderdil untuk suku cadangnya dari WALL•E lain yang sudah tidak aktif. Ia sering menonton film musikal tahun 1969 yang berjudul Hello, Dolly! dari kaset video. Video lainnya yang ia nikmati adalah Put on Your Sunday Clothes, dan adegan berpegangan tangan dalam video "It Only Takes a Moment" yang mengajarnya memiliki perasaan.
Pada suatu hari, WALL•E menemukan sebuah bibit tumbuhan, lalu menanamnya dalam sebuah sepatu usang. Tidak lama kemudian, sebuah kapal luar angkasa mendarat di Bumi dan mengeluarkan EVE (Elissa Knight), sebuah robot perempuan yang dikirim oleh pesawat raksasa yang bernama Axiom, ia diprogramkan untuk mencari tanda-tanda kehidupan flora di Bumi. WALL•E jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya, EVE juga mengagumi kepribadian WALL•E. Sungguh disayangkan, ternyata cinta WALL•E tidak terbalaskan, karena EVE diprogramkan untuk mencari keberadaan tumbuhan di Bumi. Saat WALL•E menunjukkan bibit tumbuhan yang ditemukannya kepada EVE, EVE menyimpan bibit itu ke dalam tubuhnya, setelah itu EVE menjadi non-aktif secara otomatis. WALL•E berusaha melindungi tubuh EVE yang tidak berstatus non-aktif sampai EVE diambil kembali oleh pesawat yang mengantarnya ke Bumi. Dengan rasa gelisah dan panik, WALL•E mengejar pesawat itu. WALL•E berhasil menyusup ke dalam pesawat Axiom.
Setelah berabad-abad hidup dalam mikrogravitasi, manusia di pesawat Axiom banyak kehilangan kalsium, sehingga membuat mereka menjadi sangat gemuk dan tidak mampu berdiri atau berjalan. Aktivitas manusia sepenuhnya dilayani oleh robot. Pilot pesawat Axiom adalah Kapten B. McCrea (Jeff Garlin) juga memerintahkan segala tugasnya kepada sistem autopilot pesawat yang bernama AUTO (suara program MacInTalk). Saat WALL•E mengikuti EVE ke dalam kapal, kelakuannya yang tidak biasa, menyebabkan manusia dan robot bertindak tidak seperti biasanya. Khususnya M-O, robot dekontaminasi yang diprogramkan untuk membersih setiap pencemaran di dalam pesawat, ia mengejar WALL•E supaya ia dapat membersihkan kotoran asing yang bersumber dari Bumi, dan dua orang manusia bernama John (John Ratzenberger) dan Mary (Kathy Najimy) yang sebelumnya hanya melihat melalui media elektronik berupa monitor, sehingga mereka melihat pemandangan secara langsung karena WALL•E membuat mereka terlepas dari monitor yang terpasang di tempat duduk mereka.
Setelah sampai di dalam pesawat, EVE diaktifkan kembali dan diprogram untuk mengantar bibit tadi kepada McCrea agar diletakkan dalam alat pendeteksi yang dinamai holo-detector. Alat tersebut adalah sebuah mesin pendeteksi yang berfungsi memberikan informasi bahwa manusia dapat kembali hidup di Bumi, dan akan mengembalikan manusia ke Bumi secara otomatis setelah mendeteksi bibit tadi yang merupakan pedoman yang memungkinkan manusia untuk kembali hidup di Bumi. Sewaktu akan mendeteksi tumbuhan yang terdapat dalam tubuh EVE, bibit itu hilang. EVE dianggap telah rusak dan dikirim ke bagian perbaikan robot bersama WALL•E. Saat EVE diperiksa, WALL•E menyangka EVE akan dihancurkan oleh mesin pemeriksa tersebut, lalu ia merampas senjata plasma EVE dan menembakkannya, sehingga membebaskan robot-robot rusak lainnya di ruang perbaikan. Tindakan WALL•E menjadi ancaman bagi setiap penghuni pesawat Axiom, EVE dan WALL•E menjadi buronan yang dianggap robot berbahaya. EVE yang tidak tahan dengan sikap WALL•E, mencoba mengantarnya kembali ke Bumi dengan menggunakan sebuah kabin.
Saat asisten utama McCrea (GO-4) tiba dan menyimpan bibit yang hilang itu ke dalam kabin, ternyata GO-4 yang mencurinya tanpa diketahui McCrea. Melihat bibit tersebut, WALL•E memasuki kabin tempat diletaknya bibit tersebut. GO-4 akan menghancurkan kabin tersebut dengan mengaktifkan program penghancuran secara otomatis sehingga akan meledak setelah hitungan mundur 20 detik. Saat itu WALL•E berada di dalam kabin tersebut, namun WALL•E berhasil meloloskan diri bersama bibit itu sedetik sebelum musnahnya kabin tadi. EVE lega karena WALL•E menyelamatkan bibit itu dan mereka terbang dengan bahagianya di angkasa sekitar pesawat Axiom.
EVE dan WALL•E mengembalikan bibit itu kepada McCrea. Kapten McCrea ingin mengetahui bagaimana keadaan Bumi pada saat ini, lalu McCrea memutar rekaman yang direkam oleh kamera yang terpasang pada EVE, yang membuat EVE menyaksikan usaha WALL•E melindunginya ketika ia dalam status non-aktif. Akhirnya, EVE juga jatuh cinta pada WALL•E. Terpesona oleh gambar-gambar kehidupan zaman dulu di Bumi sebelum berdirinya Buy N Large, McCrea perihatin melihat kerusakan alam di Bumi yang digambarkan dalam rekaman EVE. Kemudian McCrea merencanakan agar manusia kembali ke Bumi untuk memulihkan segalanya. Namun, AUTO menegaskan bahwa manusia tidak boleh kembali ke Bumi, lalu ia terpaksa menampilkan tayangan berupa rekaman Shelby Forthright yang memerintahkan semua autopilot agar tidak mengembalikan manusia ke Bumi, karena proyek pembersihan yang diusahakan telah gagal. AUTO yang dirancang untuk menuruti perintah tersebut, memberontak dan membuang bibit tumbuhan tersebut. Dalam memperebutkan bibit itu, AUTO dengan ganasnya menyerang WALL•E yang mencoba melindungi bibit itu dan menekan tombol non-aktif di badan EVE. WALL•E dan EVE dibuang ke tempat pembuangan sampah bersamaan dengan bibit tadi, dan mengunci McCrea di dalam kamarnya.
Di tempat pembuangan sampah, EVE kembali aktif setelah sebuah tombol yang ada di dada EVE tersentuh oleh tetikus yang merupakan tikus dalam pesawat Axiom. EVE berusaha mencari WALL•E, setelah menemukannya EVE melihat WALL•E telah rusak berat. Ia berusaha memperbaiki WALL•E, tetapi usahanya sia-sia karena tidak ada komponen tubuh WALL•E yang cocok dengan yang ia temukan. Pada saat proses pembuangan sampah diaktifkan, gerbang pembuangan terbuka. Saat itu juga datang M-O yang mengejar WALL•E karena ingin membersihkan kotoran asing yang melekat di tubuh WALL•E. Kemudian M-O terjepit gerbang yang tertutup setelah sampah beserta WALL•E dan EVE dikeluarkan dari tempat pembuangan. Gerbang tidak sepenuhnya tertutup karena M-O terjepit pada gerbang saat mengejar WALL•E untuk membersihkan kotoran asing. Kesempatan ini digunakan oleh EVE untuk menyelamatkan diri dari pembuangan.
Setelah berhasil menyelamatkan diri dari tempat pembuangan sampah dengan bantuan M-O, EVE menolak perintah otomatis yang telah diprogramkan untuk membawa bibit ke pesawat. Ia masih berusaha untuk memperbaiki WALL•E, tetapi WALL•E berharap EVE menuruti perintah tersebut sambil mengingatkan EVE jika seandainya mereka berhasil kembali ke Bumi, WALL•E dapat diselamatkan dengan suku cadang yang disimpannya.
WALL•E dan EVE membawa bibit tadi untuk diletakkan di mesin pendeteksi yang ada di pesawat Axiom dengan bantuan M-O. Mereka berdua dibantu McCrea yang menyuruh mereka agar cepat ke mesin pendeteksi tersebut, mereka juga dibantu robot-robot rusak yang membantu mereka dengan melawan robot-robot penjaga. McCrea membohongi AUTO dengan mengatakan bahwa bibit itu ada padanya, dengan mengelabui AUTO melalui visual dari monitor. Kemudian AUTO mendatangi McCrea, lalu mereka berkelahi. McCrea berhasil mengaktifkan mesin pendeteksi, mengakibatkan AUTO memiringkan posisi Axiom, mengakibatkan manusia-manusia yang tidak dapat berjalan menjadi berjatuhan dan tertumpuk di sudut pesawat. Auto mencoba menutup mesin pendeteksi tersebut, namun ditahan WALL•E dengan mengorbankan tubuhnya. McCrea berusaha untuk berdiri dan berjalan untuk mendekati dan mengalahkan AUTO. Pada saat perkelahian dengan AUTO, McCrea melihat tombol merah yang terbuka di bagian tubuh AUTO. Lalu McCrea menekan tombol tersebut, sehingga AUTO yang merupakan pengendali pesawat Axiom menjadi berstatus manual. McCrea dapat dengan sepenuhnya mengendalikan AUTO, dan mengembalikan posisi Axiom ke posisi semula. Akhirnya, bibit berhasil dimasukkan ke dalam mesin pendeteksi (holo-detector), dan melepaskan WALL•E yang bertambah rusak karena terjepit mesin pendeteksi yang akan menutup. Setelah bibit tadi dimasukkan ke dalam holo-detector, pesawat Axiom menuju ke Bumi dengan kecepatan cahaya.
Setelah mendarat di Bumi, EVE bergegas memperbaiki dan menghidupkan kembali WALL•E dengan menggunakan suku cadang yang ada di tempat tinggal WALL•E. Sayangnya, WALL•E telah rusak berat dan hampir semua komponennya ditukar oleh EVE dengan yang baru. Meskipun WALL•E telah diperbaiki dengan sempurna, tetapi WALL•E bukanlah WALL•E yang dikenal EVE. WALL•E telah menjadi WALL•E yang diprogram untuk mengerjakan tugasnya dan tidak memiliki perasaan dan ingatan yang dimiliki WALL•E yang EVE kenal. EVE sedih karena WALL•E yang dicintainya sudah tiada, EVE memegang tangan WALL•E lalu menempelkan kepalanya ke kepala WALL•E (bermakna ciuman). Percikan listrik dari "ciuman" tadi memulihkan ingatan dan kepribadian WALL•E, lalu dia dapat mengingat EVE dan bahagia karena dapat berpegangan tangan dengan EVE.
Manusia dan robot bekerjasama dalam memperbaiki kehidupan di Bumi dengan harapan baru, di bawah pimpinan McCrea. Akhirnya, kehidupan yang normal dapat dinikmati kembali oleh manusia. Seiring waktu dan kerjasama manusia dengan robot, Bumi kembali normal seperti sediakala. Mengenai kelanjutan kehidupan manusia beserta para robot di Bumi, dapat dilihat pada lukisan-lukisan yang terdapat pada kredit penutup dalam film animasi ini.

Pembuatan

Andrew Stanton telah membayangkan WALL•E sebelum Toy Story dibuat:[4] Ide ini terpikir saat Stanton mengilhami sebuah kalimat pertanyaan, "Jika manusia meninggalkan Bumi dan lupa mematikan robot terakhir yang tertinggal, apa yang akan terjadi?"[5] Pete Docter telah mengembangkan tulisannya untuk film ini selama dua bulan pada tahun 1995, setelah mendengar penjelasan dari Stanton yang memutusan untuk membuat Monsters, Inc. (2001), ia juga masih ragu untuk menceritakan kisah cinta.[6] Ide WALL•E masih membayangi otak Stanton, karena minatnya yang sangat besar terhadap luar angkasa dan mempersonifikasikan benda-benda mati.
Model robot didapati saat Stanton mengatakan kepada kru animator, "Bayangkanlah berbagai macam peralatan yang ada, kemudian cari perwatakan di dalamnya."[4] Ketika merencanakan tokoh utama, para animator mendapat ide dari sebuah binokular dan Luxo Jr., sebuah lampu yang ditampilkan dalam logo Pixar.[7] Saat Stanton sedang bermain-main dengan sebuah binokular untuk mengekspresikan kesedihan.[8] Stanton berkata, "Kalian tidak perlu membuat mulut, dan juga tidak perlu hidung, kalian dapat menampilkan kepribadian dari matanya, sehingga penonton akan merasakan ia bukanlah manusia yang berbadan robot". Bentuk fisik WALL•E mirip seperti kura-kura dan tank baja yang membuatnya dapat melalui berbagai jenis daratan. Stanton juga mengakui bahwa ia juga dipengaruhi oleh Johnny 5 dari film Short Circuit yang pernah ditontonnya sekali.[butuh rujukan]
Stanton mengemukakan ceritanya kepada Ben Burtt yang juga berperan dalam pengisian suara.[7] Dalam film ini sedikit sekali percakapan; Stanton bercanda dengan mengatakan, "Saya sebenarnya sedang membuat R2-D2: The Movie", dengan melibatkan karya-karya Burtt di Star Wars. Untuk menghasilkan percakapan, Burtt mengambil berbagai macam bunyi mekanik, lalu menggabungkannya supaya menyerupai percakapan.[5] Ketika WALL•E mengisi ulang baterainya melalui tenaga sinar matahari, ia membunyikan suara yang mirip dengan bunyi pembukaan dari komputer Macintosh saat ini.[9] Masalah minimnya percakapan dalam cerita, produser eksekutif John Lasseter menyatakan bahwa seni animasi adalah tentang tingkah laku suatu watak, bukan percakapannya. Berpedomanlah pada bagaimana kalian menceritakannya, bukan banyak dan sedikitnya dialog."[10]

Hubungan WALL•E dengan film-film Pixar lainnya

Film-film animasi keluaran Pixar sering menghubungkan karakternya dengan proyek-proyeknya yang lain. EVE mengingatkan sebuah truk Pizza Planet dari Toy Story. Mainan Rex dan Hamm dari Toy Story, terlihat pada adegan-adegan di kawasan tumpukan sampah. Sebuah mainan Mike dalam Monsters, Inc. juga terlihat dalam kawasan tersebut. Pada saat WALL•E akan tidur yang merupakan adegan di awal film, di atas rak terdapat sebuah patung kepala Frozone dari The Incredibles. Pada adegan akhir film, terlihat sebuah lukisan mozaik penyu dari Finding Nemo. Kode A113 yang selalu dimasukkan dalam setiap film Pixar sampai sekarang, merupakan kode yang berperan penting dalam film WALL•E. John Ratzenberger menjadi pengisi suara salah satu karakter di film ini, seperti yang dilakukannya dalam setiap film-film animasi produksi Pixar sebelumnya.[11]

https://id.wikipedia.org/wiki/WALL%E2%80%A2E

GODZILLA

Godzilla (dengan kanji penulisan Jepang ゴジラ, yang berarti Gojira) adalah film monster fiksi ilmiah Amerika yang menampilkan monster film Jepang dengan nama yang sama di reboot dari film Godzilla yang merupakan produksi film milik Toho. Film ini menceritakan kembali asal muasal Godzilla pada masa kini sebagai "kekuatan menakutkan dari alam". Film ini disutradarai oleh Gareth Edwards, ditulis oleh Max Borenstein dan dibintangi Aaron Taylor-JohnsonElizabeth OlsenBryan CranstonJuliette BinocheDavid StrathairnSally Hawkins, juga Ken Watanabe.
Film ini adalah kerjasama produksi antara Legendary Pictures dan Warner Bros. Pictures akan didistribusikan oleh Warner Bros. Pictures secara luas, kecuali untuk Jepang yang didistribusikan sendiri oleh Toho. Ini merupakan film Godzilla kedua yang secara keseluruhannyaα difilmkan oleh studio Amerika, film sebelumnya juga pernah dibuat pada tahun 1998 dengan judul yang sama. Film ini sebelumnya di jadwalkan rilis bersamaan dengan Amerika pada tanggal 16 Mei 2014 di Indonesia, lalu diputuskan rilis lebih awal pada tanggal 14 Mei 2014. Film in rilis dalam format 2D dan 3D.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Sebuah epos kelahiran kembali untuk Godzilla yang ikonik dari Toho, petualangan spektakuler dari Legendary Pictures dan Warner Bros. Pictures, menempatkan monster yang paling terkenal di dunia melawan makhluk-makhluk jahat, yang tercipta oleh arogansi ilmiah dari kemanusiaan, mengancam keberadaan kita.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Desain Makhluk[sunting | sunting sumber]

desain akhir dari Godzilla terungkap di sampul majalah Empire.
Dalam wawancara pada Comic-Con 2013, Edwards membahas desain makhluk Godzilla. Dia dan kelompok desain meninjau semua inkarnasi sebelumnya untuk inspirasi desain Godzilla. Edwards berkomentar, "Cara saya mencoba untuk melihatnya dengan membayangkan Godzilla adalah makhluk nyata dan seseorang dari Toho melihatnya pada tahun 1950an dan bergegas kembali ke studio untuk membuat film tentang makhluk itu dan mencoba sebaik mungkin untuk mengingatnya dan membuat sketsanya. Dan dalam film kami anda bisa melihatnya secara nyata". Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa Godzilla garapannya tetap setia dengan yang terdahulu dalam segala aspek. Edwards juga menekankan bahwa, "Yang terpenting bagi saya adalah terasa seperti ini Godzilla-nya Toho" dan menyimpulkan dengan berharap, "Saya ingin produksi kami (Godzilla) dianggap sebagai bagian dari grup Toho."
Pada Oktober 2013, situs jaringan koleksi dan mainan yang menawarkan pemesanan diawal untuk barang dagangan filmnya mengungkap aspek-aspek dari makhluk lain yang muncul dalam film. Makhluk-makhluk lain, yang berkelompok, dikenal sebagai "Mutos", dengan beberapa darinya berkemampuan untuk terbang dan ada juga berkaki banyak. Juga terungkap Godzilla masih memiliki "Atomic Breath"(Bahasa: Nafas Atom) yang iconic dari Toho yang kini dinamai menjadi "Atomic Roar"(Bahasa: Raungan Atom)[5][6].
Dalam sebuah wawancara bulan Januari 2014 dengan majalah Total Film, terungkap bahwa Godzilla akan memiliki tinggi 350 kaki (110 m). Menurut Jim Rygiel dari kepala tim efek khusus, mekanisme gaya bertarung Godzilla adalah berdasarkan pada studi hewan, terutama pada beruang dan komodo[7] .
Pada majalah Empire edisi April 2014, sampul majalahnya menampilkan gambaran Godzilla, yang mengungkap desain sang monster. Menurut Edwards sang sutradara, elemen wajah beruang, anjing dan elang yang dimasukkan ke dalam desain wajah Godzilla. Empire juga merilis klip suara raungan Godzilla, yang setia dengan desain suara milik Toho. Motion capture oleh perusahaan efek khusus film The Imaginarium juga digunakan pada pergerakan monster dalam rangkaian film. Menurut Edwards sang sutradara, Andy Serkis melakukan rangkaian motion capture untuk "mengendalikan jiwa" dari makhluk tersebut.

https://id.wikipedia.org/wiki/Godzilla_(film_2014)

APA ITU DEATHSTROKE

Sosok dan karakter supervillain dari dunia komik DC yang bernama Deathstroke mendadak jadi perbincangan di dunia maya menyusul unggahan Ben Affleck di akun media sosialnya. Affleck mengunggah sebuah klip pendek dengan menghadirkan sosok Deathstroke yang sepertinya akan muncul sebagai sosok penjahat di film solo Batman kelak. Seperti kita ketahui, film solo Batman akan disutradarai dan dibintangi oleh Affleck sendiri. Rumor lain juga mengatakan Deathstroke akan muncul juga dalam film Justice League. Namun siapakah sebenarnya Deathstroke?

Deathstroke (Slade Wilson) Dalam Komik DC

Deathstroke atau dikenal juga dengan nama Slade Wilson adalah seorang supervillain dari DC Comics. Karakter ini diciptakan oleh Marv Wolfman dan George Perez. Wilson adalah tentara bayaran dan assasssin yang pertama kali muncul di The New Teen Titans (vol. 1) # 2 (1980).
Karakter Slade Wilson mulanya mempunyai nama “The Terminator” di awal kemunculannya. Ia langsung mencuri perhatian pembaca komik waktu itu ketika mengemban tugas untuk membunuh para anggota Teen Titans. Deathstroke kemudian mempunyai komiknya sendiri pada awal tahun 1990-an dan menjadi salah satu karakter villain yang paling digemari di dunia komik DC.

Deathstroke Origin

Slade Wilson adalah seorang anggota pasukan khusus pihak militer yang merupakan anggota unit ops khusus bernama Team 7, di mana ia berpartisipasi dalam berbagai misi rahasia yang sangat berbahaya. Dia adalah karakter yang bersedia melakukan apapun untuk membuatnya menjadi lebih baik. Wilson kemudian menjalani prosedur eksperimen yang diberikan untuk dirinya supaya dapat meningkatkan kecepatan, kekuatan dan kecerdasannya serta kemampuan untuk menyembuhkan diri yang sangat cepat, hal ini secara efektif membuat dirinya menjadi tentara terhebat di dunia. Singkatnya, Wilson telah berubah menjadi seorang prajurit super yang berbahaya.
Setelah pembubaran Team 7, Slade yang sakit hati kemudian menggunakan kekuatan yang ia miliki  sebagai tentara bayaran dan secara cepat ia mendapatkan reputasi di dunia kriminal sebagai pembunuh dan tentara bayaran terhebat.

Kekuatan dan Kemampuan Deathstroke

Setelah mengalami eksprimen militer yang cukup “berhasil.” Slade Wilson kemudian berubah menjadi Deathstroke yang mempunyai kecepatan, kekuatan, kemampuan regenerasi dan juga panca indera yang meningkat pesat. Deathstroke juga mempunyai kecerdasan yang sangat tinggi, hal ini membuatnya menjadi ahli strategi dan taktik yang sangat hebat.
Dia mampu bertarung  dengan para superhero paling berbakat dan pahlawan paling kuat di DC Universe. Bahkan Batman yang merupakan ahli beladiri dan strategi juga pernah dikalahkannya. Ia sangat menyukai tantangan sehingga ia lebih suka mengambil tugas yang paling susah. Ia menguasai berbagai ilmu beladiri dan keahlian menggunakan berbagai macam senjata, baik senjata tajam maupun senjata api. Tak perlu di ragukan lagi, Deathstroke adalah sosok villain/supervillain dan assasssin terhebat di dunia DC.

Senjata Andalan Deathstroke

Senjata adalah perlengkapan utama dari Deathstroke. Salah satu senjata andalannya adalah sebuah tongkat energi multi fungsi yang sangat berbahaya. Ciri khas lainnya adalah sebuah pedang yang selalu menemaninya. Dan seperti disebut di atas, ia juga menguasai berbagai ilmu beladiri dan senjata api, jadi ada bayak cara yang dapat dilakukan oleh Deathstroke untuk membunuh atau melumpuhkan musuhnya.

Musuh dan Rekan Deathstroke di Dunia Komik DC

Dengan profesinya sebagai tentara bayaran dan pembunuh terkenal, sudah tentu Deathstroke mempunyai musuh terutama dari kaum superhero dan berbagai kelompok serta organisasi pemerintah. Batman adalah salah satu musuh yang paling sering dihadapi oleh Deathstroke dan hal ini sudah menjadi rivalitas diantara mereka. Tim Drake yang pernah menjadi Robin dan sekarang menjadi Nightwing juga sering menghadapi Slade Wilson. Selain mereka berdua, Wilson juga sering menghadapi Red Hood atau Jason Todd. Musuh lain yang sering dihadapi olehnya adalah Aquaman, Black Canary, Cyborg, Deadshot, Green Arrow dan Superman. Organisasi pemerintah seperti A.R.G.U.S. juga pernah dihadapi oleh villain ini.
Selain punya musuh, villain bermata satu ini juga mempunyai rekan dan aliansi yang sering bekerjasama dengannya. Ia dikenal mempunyai hubungan spesial dengan Cassandra Cain yang dipengaruhi olehnya. Deathstroke juga menjalin kerjasama dengan Joker, Lex Luthor dan Rose Wilson selain terklibat dalam kelompok Injustice League, Insurgency, League Of Assassins dan Secret Society Of Super Villains. Deathstroke bahkan pernah menjadi anggota Suicide Squad di komik terbitan tahun 2014.

Deathstroke di Serial Televisi dan Animasi

Selain dalam komik, Deathstroke juga telah muncul di dalam berbagai film animasi dan serial televisi. Seperti kita ketahui karakter Deathstroke pernah muncul dalam musim pertama dan kedua serial Arrow. Ia juga muncul dalam film animasi Justice League: Crisis on Two Earths, Justice League: The Flashpoint Paradox, Son of Batman, Lego DC Comics Super Heroes: Justice League vs. Bizarro League, Lego DC Comics Super Heroes: Justice League: Attack of the Legion of Doom serta Lego DC Comics Super Heroes: Justice League: Gotham City Breakout. Selain di serial Arrow, karakter Deathstroke juga pernah muncul dalam serial Lois & Clark: The New Adventures of Superman episode “Bob and Carol and Lois and Clark” dan di season sepuluh serial Smallville.

http://cinemags.id/in-depth-mari-mengenal-deathstroke-assassins-paling-berbahaya-di-dc-comics-universe/

THUNDERBOLT

SEKILAS TENTANG THUNDERBOLT

Teknologi & Tempur Karakteristik
RX-78AL Atlas Gundam adalah prototipe khusus tempur darat mobile suit yang dilengkapi dengan sistem unik sendi bola pada tubuh utama dan anggota badan, berdasarkan Kerajaan teknologi Zeon. Bagian belakang dilengkapi dengan pendorong panjang yang dihubungkan oleh lengan yang disebut "Sub Kaki." Sub Kaki memungkinkan untuk Atlas Gundam untuk bangkit secara vertikal untuk tinggi-ketinggian penerbangan atmosfer.

Atlas Gundam membawa Blade Perisai tahan panas yang dapat menahan iradiasi berkas untuk cukup banyak waktu. Sebuah mode air jelajah dapat dibentuk dengan menggabungkan Kaki Sub dengan Blade Shield. jet air yang dimasukkan ke dalam kaki yang memungkinkan Atlas Gundam untuk terlibat dalam pertempuran bawah air. Hal ini dipersenjatai dengan pistol prototipe kereta api dan senapan. kokpit dilengkapi dengan monitor panorama yang dimodifikasi dari RB-79 Ball.
Front

PUISI 
TANPA SEBAB




Entah....
Seperti biasa
Aku diam tak bicara
Melihat tewasnya
Mereka yang telah direnggut nyawanya
Sabu
Ganja 
Dan lain lagi

Mereka....
Tanpa sebab

Narkoba




Lagi dan lagi
seperti virus yang menyerang racoon city
merenggut siapa saja
bagai malaikat maut
yang mencabut nyawa dengan perlahan


Puisi Lingkungan Sekolahku

Indah dan asri
Sejuk udara
Bagai ac yang dingin
Senangnya...

Ceria siswa bergurau
tertawa tamat


Rabu, 08 Februari 2017

PUISI




 MAWAR ITU BIRU
VIOLET ITU MERAH
AKU......
HARUS KE KAMAR MANDI

Rabu, 01 Februari 2017

Rabu, 18 Januari 2017




Review Mobile Suit apasaja yang ada di Anime MSG IBO

    



1.BARBATOS/ BARBATOS LUPUS/BARBATOS LUPUS REX
Gundam Barbatos adalah salah satu dari 72 "Gundam" frame yang diproduksi dan digunakan dalam Perang Calamity, kira-kira 300 tahun yang lalu.  Setelah itu pulih, Chryse Security Guard digunakan sebagai reaktor daya ; selain dari kenyataan bahwa yang Ahab Reaktor masih fungsional, hal ini dilakukan terutama karena kokpit Barbatos 'itu hilang ketika ditemukan. Sebuah kokpit baru yang mirip dengan yang digunakan oleh pekerja mobile CGS dipasang sebelum pemindahan yang oleh Grup 3. pemeliharaan yang buruk selama berabad-abad sejak Perang Calamity telah terdegradasi baju besi Barbatos 'dan memerangi potensi penuh . Hal ini kemudian diperbaiki oleh Teiwaz teknisi, yang tidak hanya memulihkan Barbatos ke tampilan aslinya tetapi juga kembali kembali ke performa asli. 1st Form (Front)





2.GUSION/ GUSION REBAKE/ GUSION REBAKE FULL CITY
Salah satu "Gundam" frame yang diproduksi dan digunakan dalam Perang Calamity, kira-kira 300 tahun yang lalu. unit Gundam seperti Gusion yang mampu mencapai output energi tinggi karena mereka memiliki dua Ahab Reaktor. Namun, karena sulit untuk menjalankan dua reaktor dalam operasi paralel, hanya total 72 Gundam Frames yang pernah diproduksi. [1] Dengan menggunakan dua reaktor pada output maksimum mereka, Gusion mampu mendapatkan mobilitas yang sangat baik sementara dilengkapi dengan baju besi super berat.       Front                                                                           







3.FLAUROS
Ditemukan di Half Logam Mine oleh Tekkadan, kelompok gagal untuk mengaktifkan setelan dan jadi dikirim ke Saisei. [1] Pada Saisei, mekanik menemukan bahwa gugatan dua Ahab Reaktor berada dalam keadaan tidur, dan berhasil diaktifkan dan dirombak gugatan. [1] Selama perbaikan, para mekanik berubah warna nano-laminasi armor setelan untuk mencocokkan preferensi pilot ini berdasarkan pesanan dari Tekkadan. [1] Gundam Flauros kemudian dijuluki oleh pilot, NORBA Shino, sebagai 'Ryusei-Go IV'.                                                                                                                   
Front (w/ Short Barrelled Cannon)












4.KIMARIS/ KIMARIS TROOPER

Salah satu "Gundam" frame yang diproduksi dan digunakan dalam Perang Calamity sekitar 300 tahun yang lalu, Kimaris mampu mencapai output energi tinggi karena memiliki dua Ahab Reaktor. Hanya total 72 frame Gundam yang pernah diproduksi karena sulit untuk menjalankan dua Ahab Reaktor dalam operasi paralel. Gundam Kimaris khusus untuk pertempuran jarak dekat. Menggunakan tombak bernama 'Gungnir' sebagai senjata utamanya, sementara juga memiliki pisau tempur dilipat dan dua peluncur di bahu yang kebakaran senjata berbentuk cakram dikenal sebagai Disk Slash.          
Front








5.VIDAR

Pada titik waktu yang tidak diketahui, yang tak disebutkan rusak Gundam Bingkai dibawa ke luar Lunar Orbit Joint Armada (alias Arianrhod Armada) dan di bawah perintah Rustal Elion, itu dirombak menjadi Gundam Vidar untuk digunakan Vidar ini  Selama perbaikan tersebut, bagian yang rusak dari frame Gundam digantikan dengan bagian-bagian baru diproduksi menggunakan teknologi saat ini.  Gugatan menghabiskan waktu yang lama menjalani perawatan dan penyesuaian, dan hanya Rustal dan beberapa orang lainnya di armada menyadari keberadaannya.                                                
Front









6.ASTAROTH/ ASTAROTH ORIGIN
Gundam Astaroth adalah salah satu dari 72 "Gundam" frame diproduksi dan digunakan dalam Perang Calamity, kira-kira 300 tahun yang lalu. Hal ini juga salah satu dari 26 yang tersisa Gundam Frames yang selamat dari Perang Bencana dan dilaporkan akan beroperasi. The Warren Keluarga, keluarga berafiliasi dengan Gjallarhorn, dimiliki Gundam Astaroth, tapi terpaksa menjual baju besi dan peralatan ketika situasi keuangan mereka pergi buruk, hanya menyisakan Frame Gundam utuh. Oleh karena baju besi Astaroth adalah sekarang campuran bagian dari mobile suit lain dan contoh ini adalah bahwa lengan baju sebelah kiri dan armor bahu kiri adalah dari UGY-R38 Spinner Rodi. Juga, kepala saat ini merupakan replika dari aslinya. Dua armors sisi pinggang disebut Meningkatkan Armor, yang memiliki berbagai gerakan dan bantuan dalam kontrol sikap / postur mobile suit karena asimetri Astaroth dipengaruhi pusat gravitasinya.                                                Front 






                                      


Hasil gambar untuk barbatos anime